Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Mei 2016

MOTIVASI INTRINSIK DAN EKSTRINSIK



MOTIVASI INTRINSIK DAN EKSTRINSIK

Motivasi Intrinsik
Motivasi Intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu diransang dari luar, karena dalam diri setiap individu suadah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. Sebagai contoh seseorang yang senang membaca, tidak perlu ada yang menyuruh atau mendorongnya, karena ia sudah rajin mencari buku-buku untuk dibacanya.
Perlu diketahui bahwa siswa yang memiliki motivasi intrinsik akan memiliki tujuan untuk menjadi orang yang terdidik, berpengetahuan, ahli dalam bidang studi tertentu. Satu-satunya jalan untuk menuju ke tujuan yang ingin dicapai ialah dengan belajar, tanpa belajar tidak mungkin mendapat pengetahuan, tidak mungkin menjadi ahli. Dorongan yang menggerakkan itu bersumber pada suatu kebutuhan, kebutuhan yang berisikan keharusan untuk menjadi orang yang terdidik dan berpengetahuan. Jadi memang motivasi itu muncul dari kesadaran diri sendiri dengan tujuan secara esensial, bukan sekedar simbol atau seremonial.

Motivasi Ekstrinsik
Motivasi Ekstrinsik adalah motif-motif yang aktif dan  berfungsinya karena adanya rangsangan dari luar. Sebagai contoh seseorang itu belajar karena tahu besok paginya akan ada ujian dengan harapan akan mendapat nilai yang baik, sehingga ia akan dipuji oleh pacarnya, atau temannya. Jadi yang penting bukan karena belajar ingin mengetahui sesuatu, tetapi ingin mendapatkan nilai yang baik, atau agar mendapat hadiah. Jadi kalau dilihat dari segi tujuan kegiatan yang dilakukannya, tidak secara langsung berhubungan dengan esensi apa yang dilakukannya itu.  Oleh karena itu motivasi ekstrinsik dapat juga dikatakan sebagai bentuk motivasi yang di dalamnya aktivitas belajar di mulai dan di teruskan berdasarkan dorongan dari luar yang tidak secara mutlak  berkaitan dengan aktifitas belajar.

Source :
Sardiman, A.M. (2001). Interkasi dan Motivasi Belajar-Mengajar. Cet. IX, Jakarta: Raja grafindo Persada

Minggu, 22 Mei 2016

THE DIFFERENCES BETWEEN SEMANTIC AND PRAGMATIC



SEMANTIC
Semantics is a sub discipline of linguistics which focuses on the study of meaning. Semantics tries to understand what meaning is as an element of language and how it is constructed by language as well as interpreted, obscured and negotiated by speakers and listeners of language.
Semantics refers to the meaning of words in a language and the meaning within the sentence. Semantics considers the meaning of the sentence without the context. The field of semantics focuses on three basic things: “the relations of words to the objects denoted by them, the relations of words to the interpreters of them, and, in symbolic logic, the formal relations of signs to one another (syntax)" [1]. Semantics is just the meaning that the grammar and vocabulary impart, it does not account for any implied meaning. In this sense, there's a focus on the general 'rules' of language usage.
Example:
a)        A water pill at first glance could be a pill with water in it; but, it is understood to be a diuretic that causes a person to lose water from his body.
b)         Crash can mean auto accident, a drop in the Stock Market, to attend a party without being invited, ocean waves hitting the shore or the sound of a cymbals being struck together.
c)        A barking dog can be good, especially if he is a guard dog, or can be bad because he is untrained and awakens people.
d)        The simple word "on" can have many meanings, such as: on call, on the roof, on cloud nine, on edge, on fire, on purpose, on demand, on top, or on the phone.

PRAGMATIC
Pragmatics is the study of the aspects of meaning and language use that are dependent on the speaker, the addressee and other features of the context of utterance, such as the following.
Pragmatic meaning looks at the same words and grammar used semantically, except within context. In each situation, the various listeners in the conversation define the ultimate meaning of the words, based on other clues that lend subtext to the meaning.
Example:
For example, if you were told to, “Crack the window,” and the room was a little stuffy, and the speaker had just said prior to this that they were feeling a little warm, then you would know, pragmatically, that the speaker would like you to open the window a 'crack' or just a little.
If you were with a friend who was locked out of his home, and you were standing at a back door trying to get inside, your friend might say 'crack that window' and literally mean to put a 'crack' in the window, or break the window.

Differences in Meaning
As the example above shows, considering both the pragmatic and semantic meaning of your sentence is important when communicating with other people. Although semantics is concerned only with the exact, literal meaning of the words and their interrelations, pragmatic usage focuses on the inferred meaning that the speakers and listeners perceive.
The following examples demonstrate the difference between the two:
>> She hasn’t taken a shower.
>> He was so tired he could sleep for days.
In both of these examples, the context and pragmatic meaning really define the sentence.
In the first, did the speaker really mean to say that the woman has not ever taken a shower, not even once? Although the sentence says just that, the listener in the conversation may understand, based on other factors, that the speaker means that the woman they are referring to has not taken a shower ... today.
In the second example, we have a guy who is so tired he can sleep for days. Is he really going to sleep for days? Semantically, we would need to take that sentence to mean exactly that. But, in casual conversation, the listeners and speaker might tell you that the guy was just saying he was really, really tired, and using those words to convey that meaning, instead of saying, 'he was really tired'.

Rabu, 18 Mei 2016

OLAHRAGA OTAK

OLAHRAGA OTAK

Olahraga otak atau dikenal dengan senam otak (brain gym) adalah serangkaian gerakan tubuh yang cukup sederhana tapi dapat merangsang dan melatih otak, ini merupakan salah satu cara yang dapat meningkatkan kinerja otak kita. Namun sayang hanya sedikit sekali orang yang melakukannya.
Pada dasarnya otak terdiri dari dua belah yaitu otak kanan dan otak kiri, keduanya memiliki fungsi dan penanan masing-masing dalam kehidupan ini. Namun kebanyakan orang hanya mengkitalkan otak kiri saja dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Padahal ketajaman otak kananlah yang sering membuat orang sukses dan berhasil. Kedua fungsi otak tersebut dapat kita latih dan kita tingkatkan melalui serangkaian gerakan tubuh sederhana yang disebut dengan olahraga otak (senam otak).
Olahraga otak ini dapat kita lakukan kapan saja dan dimana saja tidak membutuhkan waktu dan ruang khusus untuk melakukannya, kita dapat melakukan disela-sela melakukan aktifitas sehari-hari, misalnya di kantor, dirumah, ketika sedang santai atau sedang berkerja itu bisa kita lakukan. Perlu kita ketahui manfaat olahraga otak (senam otak) ini cukup besar diantaranya dapat menghilangkan setress, tidak mudah lupa,  membuat pikiran lebih jernih dan dapat meningkatkan performa baik otak kanan maupun otak kiri.
Awalnya senam otak ini hanya diperuntukkan dan dilakukan oleh orang yang mengalami gangguan otak saja seperti kerusakan otak, susah fokus, dan stress atau depresi. Tapi seiring dengan perkembangan zaman dan telah banyak diteliti oleh para ahli ternyata manfaat olahraga otak ini bukan hanya untuk penderita gangguan otak, sekalipun cukup baik dilakukan kebanyakan orang normal.
Ternyata olahraga otak (senam otak) besar sekali manfaatnya, diantaranya :
a)        Membuat kinerja otak kanan dan otak kiri menjadi seimbang, bukan hanya cenderung otak kiri saja.
b)        Dapat membuat kita lebih fokus.
c)        Tidak mudah lupa.
d)        Menghilangkan stress.
e)        Mengatasi depresi.
Sebenarnya olahraga otak atau senam otak ini sudah banyak diketahui oleh banyak orang tapi mereka kurang care akan hal tersebut. Mereka cenderung hanya melakukan olahraga tubuh dengan tujuan agar badan dan tubuh saja yang sehat kurang memperhatikan kondisi otak. Padalah kondisi otak akan sangat berpengaruh terhadap seluruh tubuh, dari sini hendaknya kita lakukan secara seimbang. Ada banyak jenis gerakan olahraga otak yang bisa dilakukan sehari-hari untuk meningkatkan kinerja otak kita dan tentunya akan menghilangkan stress dan gampang lupa.
Berikut ini beberapa olahraga otak yang bisa kita rutinkan setiap hari yang dikutip dari situs indosister :
1.              Dua tangan didepan dada
 Tempelkan ujung 5 jari kanan dengan ujung 5 jari kiri (kedua telapak tangan  dijauhkan/tidak menempel), mulailah dengan memutar kedepan bersamaan, jempol kanan dan jempol kiri seperti halnya gerakan mengayuh sepeda, setelah itu putar ke arah sebaliknya. Lanjutkan dengan putaran pada jari-jari lain secara berurutan, lakukan semakin cepat.

2.              Dua tangan di depan dada
Tangan kiri telapak membuka (jari-jari keatas), tangan kanan membentuk pistol (ibu jari keatas dan jari tunjuk menunjuk kearah telapak tangan kiri)
Lakukan gerakan jari tunjuk di sentuhkan ke telapak tangan kiri, lalu dilanjutkan dengan pergantian tangan kiri sebagai pistol dan tangan kanan sebagai target tembak, sentuhkan ujung telunjuk kiri tersebut ke telapak kanan, begitu seterusnya usahakan semakin cepat.

3.              Telapak tangan kanan diatas kepala, telapak tangan kiri menempel di perut
Gerakkan telapak kanan menepuk-tepuk rambut / naik turun, bersamaan dengan itu gerakkan telapak tangan kiri berputar-putar dengan tetap menempel pada perut. Setelah beberapa saat … rubahlah menjadi sebaliknya, telapak kiri yang menepuk-tepuk rambut dan telapak kanan yang berputar di perut. Pergantian tugas kedua tangan tersebut supaya berjalan dengan tepat dan usahakan semakin cepat gerakannya.

4.              Duduk dengan kedua tangan masing-masing di atas paha
Tangan kanan mengepal lalu gerakkan naik turun memukul-mukul pada paha kanan. Tangan kiri telapak menghadap bawah, gerakkan maju mundur diatas paha kiri.
Gerakan kedua tangan harus bersamaan, setelah berapa saat, sekarang rubah gerakan tersebut menjadi sebaliknya, dimana tangan kiri yang memukul2 dan tangan kanan yang maju mundur. Memang sulit saat pertama mencoba perpindahan gerakan sehingga menjadi amburadul, namun seiring beberapa kali latihan maka pergantian tugas kedua tangan tersebut akhirnya dapat berjalan dengan tepat dan semakin cepat.

Catatan :
Sebelum kita melakukan senam tersebut, dianjurkan agar minum air putih. Untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal lakukan olahraga otak (senam otak) tersebut secara rutin.

Selasa, 17 Mei 2016

EKOLOGI



EKOLOGI

Pengertian Ekologi
Ekologi merupakan salah satu cabang biologi, yaitu ilmu pengetahuan tentang hubungan antara organisme dan lingkungannya. Atau ilmu yang mempelajari pengaruh faktor lingkungan terhadap jasad hidup. Ada juga yang mengatakan bahwa ekologi adalah suatu ilmu yang mencoba mempelajari hubungan antara tumbuhan, binatang dan manusia dengan lingkungannya dimana mereka hidup, bagaimana kehidupannya dan mengapa mereka ada disitu.
Ekologi berasal dari bahasa Yunani yaitu’’OIKOS’’ ( rumah atau tempat hidup ) dan ‘’logos’’ yang berarti ilmu.Secara harfiah ekologi adalah pengkajian hubungan organisme-organisme atau kelompok organisme terhadap lingkungannya.Ekologi hanya mempelajari apa yang ada dan apa yang terjadi di alam dengan tidak melakukan percobaan.Pada dasarnya ekologi adalah ilmu dasar yang tidak mempraktekkan sesuatu.Ekologi adalah ilmu tempat mempertanyakan dan menyelidiki.Ekologi berkaitan dengan berbagai ilmu pengetahuan yang relevan dengan kehidupan (peradapan) manusia.
Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup  maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya, definisi ini pertama kali disampaikan oleh Ernest Haeckel (zoologiwan Jerman, 1834 -1914).Ekologi adalah cabang ilmu biologi yang banyak memanfaatkan informasi dari berbagai ilmu pengetahuan lain, seperti : kimia,fisika, geologi dan klimatologi untuk pembahasannya.Penerapan ekologi di bidang pertanian dan perkebunan di antaranya adalah penggunaan kontrol biologi untuk pengendalian populasi hama guna meningkatkan produktivitas.
Ilmu ekologi pada dasarnya menjelaskan hubungan antara organisme-tumbuhan maupun hewan dengan lingkungannya. Sifat setiap benda hidup dimengerti dari segi hubungannya. Bukan hanya dengan alam secara fisik-termasuk tanah, air dan iklim – tetapi juga dengan benda hidup lain dalam suatu pola ketergantungan yang dinamakan ekosistem. Contoh ekosistem dari Sumatera adalah hutan tropis dataran rendah, hutan mangrov, sungai, lahan basah gambut, dll.
Ekologi berkepentingan dalam menyelidiki interaksi organisme dengan lingkungannya. Pengamatan ini bertujuanuntuk menemukan prinsip-prinsip yang terkandung dalam hubungan timbal balik tersebut. Dalam studi ekologi digunakan metoda pemdekatan secara menyeluruh pada komponen-komponen yang berkaitan dalam suatu sistem. Ruang lingkup ekologi berkisar pada tingkat populasi, komunitas, dan ekosistem.

Pembagian ekologi
Ekologi dapat dibagi menjadi :
1. Autekologi : membahas pengkajian individu organisme atau individu spesies yang penekanannya pada sejarah-sejarah hidup dn kelakuan dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan.
2. Sinekologi : membahas pengkajian golongan atau kumpulan organisme-organisme yang berasosiasi bersama sebagai satuan.

Peranan manusia dalam ekosistem
Manusia selalu berusaha mengubah lingkungan untuk memperoleh keperluannya. Kadang–kadang dalam kegiatan demikian manusia seolah – seolah mengganggu, dan bahkan dapat merusak komponen–komponen biotik. Manusia adalah heterotrop dan phagotrop yang tumbuh dengan subur dekat penghujung rantai–rantai makanan yang kompleks. Ketergantungannya dari lingkunan alam tetap akan terjadi, tidak peduli bagaimanapun rumitnya teknologi yang dimilikinya.
            Kota – kota besar merupakan parasit semata dalam biosfer. Makin besar kota itu makin banyak mereka meminta dari daerah pinggiran disekitarnya dan makin besar bahaya serta kemungkinan dari perusakan lingkungannya. Sedemikian jauh manusia dengan ilmu pengetahuan dan teknologinya telah sibuk menaklukan alam sehingga kurang meperhatikan kesejahteraan makhluk hidup lain sebagai penghuni dalam ekosistem ini.
Satu hal yang tak dapat dilepaskan dari ekosistem adalah jumlah populasi manusia yang kian meningkat dari waktu ke waktu akan dapat berakibat menurunkan nilai ekosistem kita. Pemanfaatan berbagai sumber daya alam secara tak terkendali dapat membawa ekosistem secara Keseluruhan menjadi tidak seimbang. Oleh sebab itu pengendalian jumlah populasi manusia perlu diatur sedemikian rupa agar tak melampaui kemampuan alam untuk mendukungnya. Di sini keanekaragaman hayati perlu menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam memperbaiki kehidupan di muka bumi.
Hukum alam menyebutkan bahwa siapa yang kuat, dialah yang akan menang. Dari segi jumlah individu dan spesies, maka spesies yang memiliki lebih banyak keturunan lebih kuat dari pada spesies yang sedikit keturunannya. Spesies yang memiliki keturunan ’jarang’ akan memiliki peluang yang kecil untuk dapat mengalahkan saingannya. Persaingan antar spesies akan muncul manakala kedua populasi atau makhluk itu memperebutkan kebutuhan yang sama. Yang dimaksudkan di sini antara lain berupa kebutuhan makanan, tempat hidup, perlindungan akan keselamatan diri dan kelompoknya atau pengaruh iklim/cuaca, pengaruh radiasi matahari dan sebagainya.
Komponen ekosistem yang berupa energi ini amat penting dalam memelihara kelangsungan hidup komponen yang ada dalam ekosistem tersebut. Dalam kajian ekosistem, komponen      ekosistem alam berlaku hukum alam juga. Hukum-hukum yang berkaitan dengan energi bagi makhluk hidup di antaranya adalah hukum termodinamika pertama, hukum termodinamika kedua.
Hukum termodinamika pertama menyatakan bahwa energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain, energi bersifat lestari, tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan. Cahaya matahari, misalnya dapat diubah ke dalam bentuk energi lain yang bergantung pada proses-proses yang terjadi. Misalnya energi matahari diubah menjadi energi panas, energi matahari diubah menjadi energi kimia yang menghasilkan energi potensial dalam makanan dan energi matahari diubah menjadi energi listrik bagi penerangan yang dapat digunakan manusia untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
Hukum termodinamika kedua menyatakan bahwa setiap sistem akan selalu cenderung berubah dari keadaan yang teratur menjadi keadaan yang tak teratur. Hal ini berarti setiap energi yang memasuki jasad hidup, populasi atau ekosistem dapat dianggap sebagai energi yang   tersimpan atau energi yang dapat dilepaskan. Dalam keadaan demikian ini maka kehidupan makhluk dapat dianggap sebagai pengubah energi. Oleh karena makhluk hidup tersebut beraneka ragam, maka akan dijumpai beragam strategi untuk mentransformasikan energi sebagai perwujudan dari hukum termodinamika I.
Dalam sejarah kehidupan, manusia sebagai makhluk yang pertama kali bersedia menerima amanah dari Tuhan untuk mengelola alam semesta ini. Manusia selalu berusaha untuk dapat menguasai alam semesta. Di sini manusia adalah makhluk yang paling berhak mengatur, menata, dan memanfaatkan lingkungan sesuai dengan kebutuhannya, sedang makhluk lainnya seringkali tidak diberi kesempatan mengatur alam semesta ini.

            Berkat kemampuan dalam hal berpikir, bernalar manusia dapat mengatur, memanfatkan sumber daya alam hayati maupun non hayati untuk kebutuhan hidup dan kehidupannya. Cara memanfaatkan sumber daya alam ini dilakukan lewat berbagai cara yang kesemuanya itu ditujukan untuk kemakmuran hidup, kesejahteraan dan kelangsungan hidup manusia beserta anak turunnya. Manusia dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya alam lewat kemampuan intelektualnya, di samping ada kemanfaatannya bagi makhluk hidup tetapi juga ada sisi negatif yang muncul. Efek yang selalu mengiringinya adalah rusaknya sumber daya alam dan bahkan seringkali juga memusnahkan sumber daya alam flora maupun fauna serta manusia itu sendiri.
Dalam penciptaan makhluk, Tuhan Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya. Manusia dilengkapi dengan akal dan hati untuk memecahkan persoalan yang dihadapinya, sedangkan makhluk lainnya tidak dilengkapi akal pikiran. Manusia mampu memikirkan masa depan anak keturunannya, oleh sebab itu manusia dapat membuat perencanaan yang lebih baik untuk mempertahankan kehadirannya di muka bumi ini.

Sumber daya alam dan pelestariannya
Sumber daya alam dimanfaatkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat dengan tetap memperhatikan kelestarian fungsi lingkungan hidupnya. Dengan demikian sumber daya alam memiliki peran ganda, yaitu sebagai modal pertumbuhan ekonomi (resource based economy) dan sekaligus sebagai penopang sistem kehidupan (life support system). Hingga saat ini, sumber daya alam sangat berperan sebagai tulang punggung perekonomian nasional, dan masih akan diandalkan dalam jangka menengah. Namun di lain pihak, kebijakan ekonomi yang lebih berpihak pada pertumbuhan jangka pendek telah memicu pola produksi dan konsumsi yang agresif, eksploitatif, dan ekspansif sehingga daya dukung dan fungsi lingkungan hidupnya semakin menurun, bahkan mengarah pada kondisi yang mengkhawatirkan.
Atas dasar fungsi ganda tersebut, sumber daya alam senantiasa harus dikelola secara    seimbang untuk menjamin keberlanjutan pembangunan. Penerapan prinsip -  prinsip pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development) di seluruh sektor dan wilayah menjadi prasyarat utama untuk diinternalisasikan ke dalam kebijakan dan peraturan perundangan, terutama dalam mendorong investasi pembangunan jangka menengah (2004-2009). Prinsip-prinsip tersebut saling sinergis dan melengkapi dengan pengembangan tata pemerintahan yang baik (good governance) yang mendasarkan pada asas partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas yang mendorong upaya perbaikan pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup.

Sumber daya manusia
Sumber daya manusia, yang kemudian disingkat SDM, merupakan potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan.
Dalam definisi yang lain, sumber daya manusia adalah kemampuan terpadu dari daya pikir dan daya fisik yang dimiliki individu, perilaku dan sifatnya ditentukan oleh keturunan dan lingkungannya, sedangkan prestasi kerjanya dimotivasi oleh keinginan untuk memenuhi kepuasannya.
Bicara mengenai sumber daya manusia, maka terkait juga dengan perencanaan SDM, yaitu proses analisis dan identifikasi tersedianya kebutuhan akan SDM sehingga organisasi dapat mencapai tujuannya.
Ada tiga kepentingan dalam perencanaan sumber daya manusia, yaitu:
·                Kepentingan Individu.
·                Kepentingan Organisasi.
·                Kepentingan Nasional.
Terdapat beberapa komponen yang perlu diperhatikan dalam perencanaan sumber daya manusia, yaitu:
1). Tujuan
Perencanaan SDM harus mempunyai tujuan yang berdasarkan kepentingan individu, organisasi dan kepentingan nasional. Tujuan perencanaan SDM adalah  menghubungkan SDM yang ada untuk kebutuhan perusahaan pada masa yang akan datang untuk menghindari mismanajemen dan tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas.
2). Perencanaan Organisasi
Perencanaan Organisasi merupakan aktivitas yang dilakukan perusahaan untuk mengadakan perubahan yang positif bagi perkembangan organisasi. Peramalan SDM dipengaruhi secara drastis oleh tingkat produksi. Tingkat produksi dari perusahaan penyedia (suplier) maupun pesaing dapat juga berpengaruh. Meramalkan SDM, perlu memperhitungkan perubahan teknologi, kondisi permintaan dan penawaran, dan perencanaan karir.
Singkatnya, perencanaan sumber daya manusia memberikan petunjuk masa depan, menentukan dimana tenaga kerja diperoleh, kapan tenaga kerja dibutuhkan, dan pelatihan dan pengembangan jenis apa yang harus dimiliki tenaga kerja. Melalui rencana suksesi, jenjang karier tenaga kerja dapat disesuaikan dengan kebutuhan perorangan yang konsisten dengan kebutuhan suatu organisasi.
Adapun syarat-syarat perencanaan sumber daya manusia antara lain:
Ø   Harus mengetahui secara jelas masalah yang akan direncanakannya.
Ø   Harus mampu mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang SDM.
Ø   Harus mempunyai pengalaman luas tentang job analysis, organisasi dan situasi persediaan SDM.
Ø   Harus mampu membaca situasi SDM masa kini dan masa mendatang.
Ø   Mampu memperkirakan peningkatan SDM dan teknologi masa depan.
Ø   Mengetahui secara luas peraturan dan kebijaksanaan perburuhan pemerintah.

Berikut prosedur perencanaan sumber daya manusia :
Ø   Menetapkan secara jelas kualitas dan kuantitas SDM yang dibutuhkan.
Ø   Mengumpulkan data dan informasi tentang SDM.
Ø   Mengelompokkan data dan informasi serta menganalisisnya.
Ø   Menetapkan beberapa alternative.
Ø   Memilih yang terbaik dari alternative yang ada menjadi rencana.
Ø   Menginformasikan rencana kepada para karyawan untuk direalisasikan.

Jika perencanaan sumber daya manusia dilakukan dengan baik, maka akan diperoleh keuntungan :
Ø   Manajemen puncak memiliki pandangan yang lebih baik terhadap dimensi SDM atau terhadap keputusan-keputusan bisnisnya.
Ø   Biaya SDM menjadi lebih kecil, karena manajemen dapat mengantisipasi ketidakseimbangan sebelum terjadi hal-hal yang dibayangkan sebelumnya yang lebih besar biayanya.
Ø   Tersedianya lebih banyak waktu untuk menempatkan yang berbakat karena kebutuhan dapat diantisipasi dan diketahui sebelum jumlah tenaga kerja yang sebenarnya dibutuhkan.
Ø   Adanya kesempatan yang lebih baik untuk melibatkan wanita dan golongan minoritas didalam rencana masa yang akan datang.
Ø   Pengembangan para manajer dapat dilaksanakan dengan lebih baik.


DAFTAR PUSTAKA :

Irawan, Zoeraini Jamal. 1992. Prinsip–prinsip Ekologi dan Organisasi Ekosistem Komunitas dan Lingkungan. Jakarta : PT Bumi Aksara

Jasin, Maskoeri,dkk. 2008. Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

Soemarwoto, Otto. 2001. Ekologi Lingkungan Hidup Dan Pembangunan. Jakarta : Djambatan.

EMPAT JENIS PENDIDIKAN KARAKTER

Pendidikan karakter dalam satuan pendidikan meliputi pembelajaran di kelas, kegiatan sehari-hari di sekolah (kultur sekolah), dan kegiatan...