Senin, 11 Maret 2019

PENELITIAN PENDIDIKAN

PENELITIAN PENDIDIKAN
Penelitian merupakan suatu usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.
Penelitian harus memenuhi beberapa karakteristik untuk dapat dikatakan sebagai penelitian ilmiah. Umumnya ada empat ciri penelitian ilmiah, yaitu:
1)             Sistematik
Sistematik berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai dengan pola dan kaidah yang benar.
2)             Logik
Suatu penelitian ilmiah harus logik, yaitu dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik.
3)             Empirik
Empirisme menjadi karakteristik suatu penelitian ilmiah yang menekankan unsur yang berasal dari kesan indrawi
4)             Replikatif
Suatu penelitian yang pernah dilaksanakan harus dapat diuji kembali oleh peneliti lain dan memberikan hasil yang sama apabila dengan metode, kriteria dan kondisi yang sama.
Penelitian pendidikan merupakan suatu kegiatan yang diarahkan kepada pengembangan pengetahuan ilmiah tentang kejadian-kejadian yang menarik perhatian pendidikan.
Tujuan penelitian pendidikan sebagai berikut:
1)      Meningkatkan mutu isi, masukan, proses, dan hasil pendidikan dan pembelajaran di sekolah
2)        Membantu guru dan tenaga kependidikan lainnya mengatasi masalah pembelajaran dan pendidikan di dalam dan luar kelas
3)          Meningkatkan sikap professional pendidik dan tenaga kependidikan
4)        Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah sehingga tercipta sikap proaktif di dalam melakukan perbaikan mutu pendidikan dan pembelajaran secara berkelanjutan (sustainable).
Indikator dalam menentukan masalah pada penelitian pendidikan
1)          Apabila  sesuatu,  peristiwa,  atau  fenomena  yang  terjadi  menimbulkan  keragu-raguan atau ketidakpastian.
2)         Apabila  terjadi  kesenjangan antara  harapan  (sesuatu  yang  diinginkan,  yang bersifat dassolen) tentang sesuatu dengan kenyataan (dassein).
3)     Apabila cara-cara berpikir yang berbeda menghasilkan kesimpulan-kesimpulan yang berlawanan.
4)       Apabila terjadi peristiwa-peristiwa  yang mengancam (seperti  epidemi, banjir, longsor, dekadensi moral, dll).

Adapun masalah-masalah pendidikan yang potensial dapat menjadi objek penelitian adalah: 
a)      komponen  raw  input  (karakteristik  pribadi  peserta  didik,  siswa, mahasiswa, seperti: kecerdasan, motivasi belajar, kemampuan berkonsentrasi dalam belajar,  kebiasaan  belajar,  dan  sikap  belajar).
b)         komponen  instrumental  input (seperti  karakteristik  pribadi  guru,  kurikulum  dan  sumber  belajar).
c)       environmental  input  (seperti  iklim  lingkungan  keluarga,  lingkungan  sekolah, kelompok teman sebaya, kehidupan beragama, fasilitas pembelajaran, dan kondisi kehidupan social-ekonomi-politik).
d)   komponen proses (seperti kualitas interaksi guru-siswa,  penerapan  metode-metode  pembelajaran,  dan  pemanfaatan  teknologi pendidikan  dalam  pembelajaran);, dan  komponen  output  (seperti  kualitas  indek prestasi belajar, kualitas sikap dan prilaku dan keterampilan/kecakapan).

Rabu, 27 Februari 2019

ASAL-USUL NAMA INDONESIA


ASAL-USUL NAMA INDONESIA

Pada zaman purba, kepulauan tanah air disebut dengan aneka nama. Dalam catatan bangsa Tionghoa kawasan kepulauan tanah air dinamai Nan-hai (Kepulauan Laut Selatan). Berbagai catatan kuno bangsa India menamai kepulauan ini Dwipantara (Kepulauan Tanah Seberang), nama yang diturunkan dari kata Sansekerta dwipa (pulau) dan antara (luar, seberang). Kisah Ramayana karya pujangga Walmiki menceritakan pencarian terhadap Sinta, istri Rama yang diculik Rahwana, sampai ke Suwarnadwipa (Pulau Emas, yaitu Sumatra sekarang) yang terletak di Kepulauan Dwipantara.
Bangsa Arab menyebut tanah air kita Jaza'ir al-Jawi (Kepulauan Jawa). Nama Latin untuk kemenyan adalah benzoe, berasal dari bahasa Arab luban jawi(kemenyan Jawa), sebab para pedagang Arab memperoleh kemenyan dari batang pohon Styrax sumatrana yang dahulu hanya tumbuh di Sumatera. Sampai hari ini jemaah haji kita masih sering dipanggil "Jawa" oleh orang Arab. Bahkan orang Indonesia luar Jawa sekalipun. Dalam bahasa Arab juga dikenal Samathrah (Sumatra), Sholibis (Sulawesi), Sundah (Sunda), semua pulau itu dikenal sebagai kulluh Jawi (semuanya Jawa).
Bangsa-bangsa Eropa yang pertama kali datang beranggapan bahwa Asia hanya terdiri dari Arab, Persia, India dan Tiongkok. Bagi mereka, daerah yang terbentang luas antara Persia dan Tiongkok semuanya adalah "Hindia". Semenanjung Asia Selatan mereka sebut "Hindia Muka" dan daratan Asia Tenggara dinamai "Hindia Belakang". Sedangkan tanah air memperoleh nama "Kepulauan Hindia" (Indische Archipel, Indian Archipelago, l'Archipel Indien) atau "Hindia Timur" (Oost Indie, East Indies, Indes Orientales). Nama lain yang juga dipakai adalah "Kepulauan Melayu" (Maleische Archipel, Malay Archipelago, l'Archipel Malais). Pada jaman penjajahan Belanda, nama resmi yang digunakan adalahNederlandsch-Indie (Hindia Belanda), sedangkan pemerintah pendudukan Jepang 1942-1945 memakai istilah To-Indo (Hindia Timur).
Eduard Douwes Dekker ( 1820 – 1887 ), yang dikenal dengan nama samaran Multatuli, pernah mengusulkan nama yang spesifik untuk menyebutkan kepulauan tanah air kita, yaitu Insulinde, yang artinya juga "Kepulauan Hindia" ( Bahasa Latin insula berarti pulau). Nama Insulinde ini kurang populer. Nusantara Pada tahun 1920, Ernest Francois Eugene Douwes Dekker ( 1879 – 1950), yang dikenal sebagai Dr. Setiabudi (cucu dari adik Multatuli), memperkenalkan suatu nama untuk tanah air kita yang tidak mengandung unsur kata "India". Nama itu tiada lain adalah Nusantara, suatu istilah yang telah tenggelam berabad-abad lamanya.

CONTOH SOAL BARISAN ARITMATIKA


SOAL
Diketahui barisan aritmatika dengan U9 = 28 dan U27=82. 
Maka berapakah suku awal (a) dan beda (b) barisan tersebut.



Jadi suku awal (a) = 4 dan beda (b) = 3

EMPAT JENIS PENDIDIKAN KARAKTER

Pendidikan karakter dalam satuan pendidikan meliputi pembelajaran di kelas, kegiatan sehari-hari di sekolah (kultur sekolah), dan kegiatan...